Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

BPTU HPT Sembawa Terapkan Manajemen Reproduksi Presisi melalui Seleksi dan Penanganan Indukan Bunting

20/05/2026 12:02:00 Admin Satker 3

Sembawa – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Sembawa terus menerapkan manajemen reproduksi ternak berbasis ilmu pengetahuan dan data sebagai upaya menghasilkan bibit sapi unggul yang berkualitas. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah penggiringan kelompok sapi bunting dari area pastura menuju cattle yard untuk dilakukan pemeriksaan dan evaluasi kondisi kebuntingan secara menyeluruh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem manajemen reproduksi yang bertujuan memastikan setiap indukan memperoleh penanganan sesuai dengan fase kebuntingannya. Di area cattle yard, petugas melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari identifikasi ternak, evaluasi kondisi tubuh, hingga klasifikasi umur kebuntingan (gestational staging) sebagai dasar dalam menentukan langkah pemeliharaan selanjutnya.

Data hasil pemeriksaan menjadi acuan penting dalam penyusunan program pemberian pakan, pengawasan kesehatan, dan persiapan menghadapi proses kelahiran. Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan setiap indukan mendapatkan perlakuan yang tepat sesuai kebutuhan fisiologisnya, sehingga dapat mendukung kesehatan induk maupun perkembangan janin secara optimal.

Memasuki usia kebuntingan sekitar delapan bulan, indukan dipindahkan ke kandang partus, yaitu kandang khusus yang dirancang untuk memberikan pengawasan intensif menjelang proses kelahiran. Di fasilitas ini, ternak mendapatkan lingkungan yang lebih nyaman, aman, serta mudah dipantau oleh petugas, sehingga apabila terjadi tanda-tanda kelahiran maupun kondisi darurat, tindakan penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Penerapan kandang partus juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan hewan (animal welfare) serta meminimalkan risiko komplikasi pada induk dan pedet yang akan dilahirkan. Melalui observasi yang berkesinambungan, kesehatan indukan dapat dipantau secara optimal hingga proses partus berlangsung dengan aman.

Kepala BPTU HPT Sembawa menyampaikan bahwa keberhasilan program pembibitan tidak hanya ditentukan oleh kualitas genetik ternak, tetapi juga oleh penerapan manajemen reproduksi yang terencana dan berbasis ilmiah. Oleh karena itu, setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan kebuntingan, pengelompokan ternak, hingga penanganan menjelang kelahiran, dilaksanakan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Melalui penerapan manajemen reproduksi presisi ini, BPTU HPT Sembawa terus memperkuat perannya sebagai pusat pembibitan ternak unggul yang mengedepankan inovasi, teknologi, dan praktik peternakan modern. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan reproduksi, menghasilkan bibit sapi berkualitas, serta mendukung pembangunan peternakan Indonesia yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

 

BPTU HPT Sembawa – Bibit Unggul, Peternak Makmur.