Budidaya Rumput Gajah: Kunci Ketersediaan Hijauan Pakan Berkualitas Sepanjang Tahun
Sembawa – Ketersediaan hijauan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan usaha peternakan ruminansia, khususnya sapi. Salah satu jenis hijauan yang banyak dikembangkan karena produktivitas dan daya adaptasinya adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum).
Rumput gajah dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat, produksi biomassa tinggi, serta mampu tumbuh dengan baik pada berbagai kondisi lahan yang sesuai. Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman ini dapat menjadi sumber hijauan pakan yang berkelanjutan bagi kebutuhan ternak.
Berikut tahapan teknis budidaya rumput gajah yang perlu diperhatikan:
1. Persiapan Lahan
Lahan dibersihkan dari gulma dan sisa tanaman. Selanjutnya dilakukan pengolahan tanah agar gembur sehingga mendukung perkembangan akar. Buat saluran drainase untuk mencegah genangan air.
2. Pemilihan Bibit
Rumput gajah umumnya diperbanyak menggunakan stek batang yang berasal dari tanaman sehat dan cukup umur. Pilih batang yang memiliki sekitar 2–3 mata tunas dan tidak terserang hama maupun penyakit.
3. Penanaman
Penanaman dapat dilakukan dengan meletakkan stek secara miring atau mendatar pada lubang tanam, dengan sebagian mata tunas tertutup tanah. Jarak tanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan sistem pemanenan, misalnya sekitar 60–100 cm antarbaris dan 50–75 cm dalam barisan.
4. Pemupukan
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang dapat diberikan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Pemupukan lanjutan menggunakan pupuk anorganik disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan meliputi penyiraman pada awal pertumbuhan apabila diperlukan, penyiangan gulma, penyulaman tanaman yang mati, serta pengendalian hama dan penyakit. Pastikan tanaman memperoleh air dan unsur hara yang cukup.
6. Pemanenan
Pemanenan pertama umumnya dilakukan sekitar 60–90 hari setelah tanam, bergantung pada kondisi pertumbuhan dan varietas. Pemotongan berikutnya dapat dilakukan sekitar 40–60 hari pada musim hujan dan lebih lama pada musim kemarau.
Tinggi pemotongan sebaiknya menyisakan sekitar 10–15 cm dari permukaan tanah agar tanaman dapat tumbuh kembali dengan baik.
7. Pengelolaan Pascapanen
Rumput hasil panen dapat diberikan langsung sebagai pakan segar setelah dicacah agar lebih mudah dikonsumsi ternak. Selain itu, kelebihan produksi dapat diawetkan melalui proses pembuatan silase sebagai cadangan pakan.
Budidaya yang Tepat, Pakan Ternak Selalu Siap
Keberhasilan budidaya rumput gajah tidak hanya ditentukan oleh pemilihan bibit, tetapi juga pengelolaan lahan, pemupukan, pemeliharaan, dan pengaturan waktu panen.
BPTU-HPT Sembawa terus mendorong pengembangan hijauan pakan ternak sebagai bagian penting dalam mendukung ketersediaan pakan berkualitas, peningkatan produktivitas ternak, dan keberlanjutan usaha peternakan.
Hijauan Berkualitas, Ternak Sehat, Peternak Sejahtera!