Gandeng Penemu Ayam KUB, BPTU HPT Sembawa dan BRIN Siap Lahirkan Ayam Merawang Unggul Berbasis Genomik
Sembawa – BPTU HPT Sembawa terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ternak unggul nasional melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada Rabu (18/2/2026), kedua institusi resmi memulai sinergi penelitian untuk mengembangkan ayam Merawang unggul berbasis teknologi genomik, sebuah langkah inovatif yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing ayam lokal Indonesia.
Kolaborasi tersebut diawali dengan pemaparan dua agenda riset strategis oleh tim peneliti BRIN, yaitu pembentukan galur ayam Merawang tumbuh cepat melalui pendekatan multi-omics (genomik dan transkriptomik) serta pembentukan nucleus flock ayam Merawang unggul sebagai galur induk petelur melalui seleksi genomik presisi. Pendekatan ini memanfaatkan perkembangan ilmu genetika modern untuk mempercepat proses seleksi sehingga dihasilkan ayam Merawang yang memiliki produktivitas tinggi, pertumbuhan lebih baik, serta karakter genetik yang unggul dan konsisten.
Kepala BPTU HPT Sembawa, Dr. Ir. Muhammad Imron, M.Si., IPU, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam upaya memperkuat pemuliaan ayam lokal Indonesia melalui pemanfaatan teknologi berbasis sains.
"Sinergi dengan BRIN dan para pakar pemuliaan ayam nasional adalah langkah strategis untuk menghadirkan ayam Merawang unggul yang produktif, adaptif, dan siap mendukung ketahanan pangan Indonesia. Ini adalah wujud nyata riset untuk kesejahteraan peternak," ujarnya.
Keistimewaan kolaborasi ini semakin lengkap dengan keterlibatan Dr. Tike Sartika, salah satu pemulia unggas terkemuka di Indonesia yang dikenal sebagai penemu dan pengembang Ayam KUB-1, KUB Janaka, dan KUB Narayana. Pengalaman panjang beliau dalam menghasilkan galur ayam lokal unggul menjadi modal penting dalam pengembangan ayam Merawang berbasis seleksi genomik.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tike Sartika menyampaikan keyakinannya terhadap potensi ayam Merawang sebagai salah satu plasma nutfah unggas lokal Indonesia yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
"Ayam Merawang memiliki potensi genetik yang sangat besar. Dengan seleksi genomik yang tepat dan manajemen pembibitan yang baik, kita bisa menghasilkan galur unggul yang konsisten dan bernilai ekonomi tinggi bagi peternak," ungkapnya.
Teknologi seleksi genomik yang diterapkan dalam penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pemilihan bibit unggul sejak usia dini. Dengan demikian, proses pemuliaan menjadi lebih cepat, efisien, dan menghasilkan populasi ayam yang memiliki performa produksi telur maupun pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan metode seleksi konvensional.
Selain mendukung peningkatan produktivitas ayam lokal, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa dalam penyediaan sumber daya genetik unggas nasional. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan bibit ayam Merawang unggul yang adaptif terhadap kondisi tropis Indonesia serta mampu meningkatkan pendapatan peternak rakyat.
Melalui sinergi antara BPTU HPT Sembawa, BRIN, dan para pakar pemuliaan unggas nasional, diharapkan lahir inovasi yang mampu menjadikan ayam Merawang sebagai salah satu galur unggul nasional berbasis sains dan teknologi. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas komitmen BPTU HPT Sembawa dalam mendukung pembangunan peternakan yang modern, inovatif, berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.