Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Mengenal Silase, Pakan Alternatif untuk Menjaga Ketersediaan Pakan Ternak

17/10/2026 08:49:00 Admin Satker 34

Sembawa — Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan. Bagi peternak ruminansia seperti sapi, ketersediaan hijauan pakan yang cukup dan berkualitas perlu dijaga sepanjang tahun. Salah satu teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan hijauan adalah silase.

Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen (anaerob). Teknologi ini memungkinkan hijauan yang melimpah pada saat musim hujan disimpan dan dimanfaatkan pada saat ketersediaan hijauan berkurang.

🌱 Apa Saja Bahan Silase?

Silase dapat dibuat dari berbagai jenis hijauan maupun tanaman pakan yang memiliki kandungan nutrisi dan kadar air yang sesuai. Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain rumput, jagung, sorgum, serta berbagai jenis hijauan pakan lainnya.

Bahan tersebut biasanya dicacah terlebih dahulu agar ukurannya lebih seragam sehingga proses pemadatan dan fermentasi dapat berlangsung dengan baik.

πŸ„ Bagaimana Proses Pembuatan Silase?

Secara sederhana, pembuatan silase dilakukan melalui beberapa tahapan.

Pertama, pilih bahan pakan yang baik. Hijauan dipanen pada kondisi yang sesuai dan tidak tercemar tanah atau bahan lain.

Kedua, lakukan pencacahan. Hijauan dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah dipadatkan.

Ketiga, masukkan ke tempat penyimpanan. Bahan yang telah dicacah dimasukkan ke dalam wadah atau silo secara bertahap.

Keempat, padatkan dan minimalkan udara. Bahan harus dipadatkan dengan baik untuk mengurangi oksigen di dalam wadah.

Kelima, tutup rapat. Wadah harus ditutup kedap udara sehingga proses fermentasi dapat berlangsung secara optimal.

Setelah melalui masa fermentasi yang cukup, silase dapat dibuka dan diberikan kepada ternak secara bertahap.

πŸ„ Apa Keuntungan Silase?

Penggunaan silase memberikan sejumlah manfaat bagi peternak. Di antaranya:

  • Menjaga ketersediaan pakan ketika hijauan segar sulit diperoleh.

  • Memanfaatkan surplus hijauan pada musim tertentu.

  • Mempermudah penyimpanan dan pemberian pakan.

  • Mengurangi risiko pemborosan hijauan yang tidak segera termanfaatkan.

  • Mendukung penyediaan pakan yang lebih terencana sepanjang tahun.

Silase juga dapat menjadi bagian dari strategi manajemen pakan untuk menjaga kontinuitas pemberian pakan kepada ternak.

πŸ”Ž Ciri Silase yang Baik

Silase yang berhasil umumnya memiliki aroma fermentasi yang khas, tidak berbau busuk, teksturnya masih cukup baik, dan tidak ditumbuhi jamur dalam jumlah yang tidak semestinya.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan bahan dan memastikan wadah penyimpanan benar-benar tertutup rapat. Masuknya udara secara berlebihan dapat mengganggu proses fermentasi dan menurunkan kualitas silase.

🌾 Silase, Solusi Pakan Berkelanjutan

Pemanfaatan teknologi silase menjadi salah satu langkah untuk membangun manajemen pakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, hijauan yang tersedia melimpah tidak harus terbuang, tetapi dapat diawetkan sebagai cadangan pakan untuk kebutuhan ternak.

BPTU HPT Sembawa terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi di bidang pakan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas peternakan.

Hijauan melimpah jangan terbuang. Olah menjadi silase, simpan untuk kebutuhan pakan di kemudian hari.

BPTU HPT Sembawa
Bibit Unggul, Peternak Tangguh, Pangan Hewani Berdaulat.