Pertanian Indonesia Melaju Kencang, Ekspor Tumbuh 38,25 Persen Berkat Penguatan Hilirisasi
Jakarta – Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Tidak hanya mencatatkan kinerja yang kuat dari sisi produksi, sektor pertanian juga berhasil meningkatkan daya saing di pasar global melalui pertumbuhan ekspor yang signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan selama periode Januari–Agustus 2025 mencapai USD 4,57 miliar, meningkat 38,25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,30 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa komoditas pertanian Indonesia semakin diminati di pasar internasional sekaligus menjadi bukti ketangguhan sektor pertanian dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Peningkatan ekspor tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sektor pertanian. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sehingga Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Kita dorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekspor. Selama ini, kita ekspor komoditas dan diolah negara lain, lalu mereka mengekspor dengan nilai puluhan kali lipat. Kini saatnya Indonesia memimpin hilirisasi komoditasnya sendiri," tegas Menteri Pertanian.
Selain mendorong peningkatan devisa negara, kebijakan hilirisasi juga diharapkan mampu memperkuat industri dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk-produk pertanian yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Keberhasilan peningkatan ekspor ini menjadi indikator bahwa sektor pertanian Indonesia terus berkembang menuju arah yang lebih modern, produktif, dan berorientasi ekspor. Dengan dukungan inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pertanian Indonesia semakin siap bersaing di tingkat internasional.
Momentum positif ini juga menjadi motivasi bagi seluruh insan pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah komoditas nasional. Dari lahan pertanian hingga pasar dunia, hasil karya petani Indonesia kini semakin mampu menunjukkan kualitas dan daya saingnya.
Melalui semangat transformasi dan hilirisasi, sektor pertanian diharapkan terus menjadi motor penggerak pembangunan nasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.