BPTU-HPT Sembawa Tindak Lanjuti Pengaduan Pelanggan Melalui Monitoring dan Evaluasi Lapangan
Sembawa, Juli 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima dan pelayanan purna jual kepada masyarakat, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tindak lanjut pengaduan pelanggan terkait tingginya angka kematian DOC (Day Old Chick) ayam di peternakan milik salah satu pelanggan di Desa Air Batu, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pengaduan yang diterima melalui layanan WhatsApp pada 1 Juli 2026.
Dalam pengaduannya, pelanggan atas nama Ibu Umairoh menyampaikan bahwa DOC yang diterimanya mengalami tingkat kematian yang cukup tinggi, disertai gejala seperti kaki kering, sayap turun, serta penilaian terhadap kualitas bibit yang dianggap kurang baik. Menanggapi laporan tersebut, BPTU-HPT Sembawa segera melakukan komunikasi awal dengan pelanggan dan menjadwalkan kunjungan lapangan sebagai bentuk respons cepat terhadap setiap pengaduan yang masuk.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026, oleh tim yang terdiri dari Amat Suhartono, Hendra Kurniawan, dan Indah Meilita. Tim melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi ayam, lingkungan kandang, serta melakukan wawancara dengan pelanggan mengenai riwayat pemeliharaan ternak guna memperoleh informasi yang komprehensif terkait penyebab tingginya angka kematian DOC.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan bahwa tingkat kematian DOC memang cukup tinggi. Hasil observasi menunjukkan ayam mengalami gejala klinis berupa kondisi lemah, nafsu makan menurun, feses berwarna putih yang menempel di sekitar kloaka, hingga dehidrasi yang berujung pada kematian. Dari hasil identifikasi tersebut, tim menyimpulkan bahwa ayam terindikasi terserang penyakit Pullorum (Berak Putih). Evaluasi juga menunjukkan bahwa penyebab kematian tidak mengarah pada kualitas DOC yang diterima, melainkan akibat infeksi penyakit yang terjadi selama masa pemeliharaan.
Sebagai bentuk pelayanan purna jual, BPTU-HPT Sembawa memberikan pendampingan teknis kepada pelanggan melalui pemeriksaan kondisi kandang, penjelasan mengenai hasil identifikasi penyakit, serta arahan mengenai penanganan (treatment) Pullorum sesuai kaidah kesehatan unggas. Selain itu, pelanggan juga diberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan biosekuriti, sanitasi kandang, kebersihan peralatan pakan dan minum, pemisahan ayam yang sakit dari ayam sehat, serta pemantauan kesehatan ayam secara berkala untuk mencegah penyebaran penyakit.
Melalui kegiatan ini, BPTU-HPT Sembawa menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyediakan bibit ternak unggul, tetapi juga memberikan pendampingan teknis yang berkesinambungan kepada pelanggan. Pelayanan cepat, profesional, dan berbasis hasil pemeriksaan lapangan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus menjaga kualitas layanan publik di bidang peternakan.
Ke depan, BPTU-HPT Sembawa merekomendasikan agar pelanggan menerapkan seluruh saran teknis yang telah diberikan, melakukan pemantauan kesehatan ternak secara rutin, menerapkan biosekuriti dan sanitasi kandang secara konsisten, serta membuka ruang koordinasi lanjutan apabila diperlukan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan pemeliharaan ternak sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan BPTU-HPT Sembawa.