Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Di Balik Sapi Kurban Presiden 960 Kg, Ada Pengawasan Ketat Demi Keamanan Pangan

28/05/2026 14:22:00 Admin Satker 4

Palembang – Hampir satu ton bobotnya. Tegap, sehat, dan menjadi pusat perhatian masyarakat Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M, Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia menghadirkan seekor sapi Cross Simental berbobot 960 kilogram sebagai hewan kurban yang disalurkan kepada masyarakat. Sebanyak 400 kupon pembagian daging kurban disiapkan agar manfaat bantuan tersebut dapat dirasakan secara merata.

Di balik kemegahan sapi kurban Presiden, terdapat proses pengawasan kesehatan hewan yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin keamanan pangan asal hewan. Setiap tahapan pemeriksaan dilaksanakan sesuai kaidah veteriner guna memastikan daging kurban yang diterima masyarakat benar-benar sehat, aman, utuh, dan halal (ASUH).

BPTU HPT Sembawa bersama Medik dan Paramedik Veteriner dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang melaksanakan pendampingan sejak sebelum proses penyembelihan hingga pemeriksaan pascapenyembelihan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan mutu terhadap bantuan kemasyarakatan Presiden RI.

Pada tahap pemeriksaan antemortem, tim veteriner memastikan sapi berada dalam kondisi sehat secara klinis, memiliki kondisi tubuh yang sangat baik (body condition score optimal), serta bebas dari gejala penyakit hewan menular strategis, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan ini juga mencakup observasi perilaku, kondisi fisik, suhu tubuh, hingga kelengkapan identitas ternak.

Setelah proses penyembelihan selesai, pemeriksaan dilanjutkan melalui post mortem terhadap karkas dan organ-organ vital, termasuk jantung, hati, paru-paru, limpa, ginjal, serta organ lainnya. Tahapan ini bertujuan mendeteksi adanya kelainan, penyakit, maupun kondisi yang dapat memengaruhi keamanan daging untuk dikonsumsi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan veteriner, sapi kurban Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia dinyatakan sehat, layak dipotong, dan layak dikonsumsi. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur sehingga daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi aspek kesehatan dan keamanan pangan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah kurban tidak hanya diukur dari besarnya hewan yang disembelih, tetapi juga dari komitmen dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan yang diterima masyarakat. Dari kandang hingga meja makan, pengawasan kesehatan hewan merupakan bentuk pelayanan publik yang nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap produk pangan asal hewan.

Melalui sinergi antara BPTU HPT Sembawa dan pemerintah daerah, pengawasan veteriner terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi seluruh masyarakat Indonesia.