Gandeng Peneliti Indonesia dan Timor Leste, Riset Internasional di BPTU HPT Sembawa Dorong Produktivitas Sapi PO
Sembawa – BPTU HPT Sembawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang peternakan melalui kolaborasi riset internasional bersama peneliti dari Indonesia dan Timor Leste. Kegiatan tersebut diawali dengan pemaparan rencana penelitian oleh drh. Sari Yanti Hayanti, M.Si pada Rabu (18/2/2026) yang mengangkat judul "Validasi Biomarker Darah IL1R1 dan DMBT1 untuk Identifikasi Dini Sapi Berisiko Calving Interval Panjang pada Induk Sapi Peranakan Ongole (PO)."
Penelitian ini merupakan inisiatif tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diketuai oleh Prof. drh. Amrozi, Ph.D., Guru Besar IPB, dan dilaksanakan melalui kerja sama antara BPTU HPT Sembawa, Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL), serta Universidade Oriental Timor Lorosa'e (UNITAL). Kolaborasi lintas negara ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat riset strategis yang berdampak langsung terhadap pembangunan sektor peternakan nasional.
Penelitian berfokus pada validasi biomarker darah IL1R1 dan DMBT1 sebagai indikator biologis untuk mengidentifikasi secara dini induk sapi Peranakan Ongole (PO) yang berisiko mengalami calving interval atau jarak beranak yang panjang. Deteksi dini tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan manajemen reproduksi yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data ilmiah sehingga produktivitas ternak dapat terus ditingkatkan.
Kepala BPTU HPT Sembawa, Dr. Ir. Muhammad Imron, M.Si., IPU, menyampaikan bahwa kerja sama penelitian ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan reproduksi ternak berbasis sains sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional.
"Penelitian ini menjadi langkah strategis bagi BPTU HPT Sembawa dalam memperkuat pengelolaan reproduksi ternak secara ilmiah. Kami berharap hasil riset ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas sapi dan pengembangan bibit unggul nasional," ujarnya.
Sementara itu, drh. Sari Yanti Hayanti, M.Si menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menguji tingkat akurasi biomarker IL1R1 dan DMBT1 dalam membedakan induk sapi dengan calving interval panjang dan pendek.
"Kami ingin mengetahui tingkat akurasi biomarker IL1R1 dan DMBT1 dalam membedakan sapi dengan calving interval panjang dan pendek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alat bantu ilmiah dalam manajemen reproduksi ternak di lapangan sehingga produktivitas sapi dapat ditingkatkan secara lebih efektif," jelasnya.
Calving interval merupakan salah satu indikator utama efisiensi reproduksi pada sapi potong. Semakin pendek jarak waktu antara dua kelahiran, semakin tinggi pula produktivitas induk sapi. Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi risiko calving interval panjang sejak dini akan memberikan peluang bagi peternak maupun pengelola pembibitan untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang lebih tepat.
Melalui kolaborasi internasional ini, BPTU HPT Sembawa terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan pembibitan ternak dan pengembangan riset terapan yang mendukung kemajuan sektor peternakan nasional. Sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan mitra internasional diharapkan mampu menghasilkan inovasi berbasis sains yang dapat diimplementasikan secara luas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi reproduksi, serta daya saing ternak lokal Indonesia, khususnya sapi Peranakan Ongole (PO).